Forsythia dkk, bunga-bunga kuning secerah untaian emas di awal musim semi di Austria

Musim semi telah tiba. Tanaman mulai menggeliat bangun dan tumbuh dengan pesatnya, karena tersedianya sinar matahari untuk berfotosintesis ditambah tanah, air, unsur hara yang memadai untuk tanaman tumbuh.

Saat musim dingin kemarin, tanaman sengaja istirahat panjang untuk menjaga persediaan makanan yang tersedia agar ga mati mendadak. Ga ada aktivitas karena suasana sekitar ga cukup menunjang untuk hidup dengan layak ­čśŐ

Di awal musim semi ini, pemandangan alam apa saja yang bisa kita temui di sekitar kita ya? Yang pasti tanaman yang tumbuh dengan pesatnya. Selain itu para hewan pun akan keluar dari persembunyiannya, seperti merdeka karena musim dingin yang dingin menggigit usai sudah.┬áBercengkrama dan bermain ceria dengan sesamanya. Yang ketunda kawin, ini saat yang tepat untuk mencari pacar dan kawin untuk kemudian beranak pinak ­čÖé

Untuk beberapa minggu ke depan, yang paling mencolok adalah tanaman yang berbunga terlebih dahulu, biasa dikenal dengan bunga sakura atau cherry blossom. Sebenarnya ini adalah tanaman ceri. Karena tanaman sakura di Jepang masih keluarga ceri dan bunganya disebut bunga sakura, maka tanaman ceri yang berbunga di awal musim semi ini identik dengan nama bunga sakura juga.

Untuk tanaman yang memang berdaun terlebih dahulu, baru menampakkan pucuk-pucuk mungilnya yang akan segera keluar dengan malu-malu, perlahan tapi pasti

Selain tanaman ceri, ada tanaman yang rendah hingga berupa pepohonan tinggi menjulang dengan rantingnya yang banyak mengeluarkan bunga-bunga dengan benang-benang halus berkumpul bulat berwarna kuning. Terlihat artistik. Cantik banget ­čÖé

Nah, yang ga kalah mencoloknya adalah tanaman semak-semak yang berbunga kuning terlebih dahulu yang memenuhi seluruh ranting yang awalnya kering ringkih.

Hanya saja yang ini kelopak bunganya jelas memiliki helai yang membentang sebanyak 4 buah

Seperti tanaman sakura, mereka berbunga terlebih dahulu. Yang serunya lagi, karena mereka tanaman semak dengan ranting yang banyak berumpun kurus panjang seperti busur panah yang dikumpulkan dalam satu wadah atau sapu lidi yang tegak berdiri, maka dengan bunga-bunga kuning cerahnya yang tumbuh memenuhi sepanjang ranting, mereka nampak seperti untaian emas murni 24 karat ­čśŐ

Kuning cerah ini sangat mencolok hingga Austria seperti panen emas.. ya.. panen emas.. kuning cerah dimana-mana. Dari halaman rumah penduduk, tepi jalan hingga di pusat kota.

Tanaman ini biasa juga dijadikan pagar hidup di rumah penduduk, atau pagar hidup di tepi jalan.

Nama mereka antara lain Goldenehecke. Ini merupakan tanaman semak yang banyak dipelihara warga karena kecantikannya yang memikat di awal musim semi. Dari namanya saja, yaitu Golden yang berarti emas dan hecke yang berarti pagar, ketahuan kalo tanaman ini biasa digunakan sebagai pagar tanaman

Biasa juga disebut Forsythia yang merupakan genus dari tanaman berbunga dari keluarga zaitun Oleaceae, yang memiliki sekitar 11 spesies, sebagian berasal dari Asia Timur dengan satu spesies saja yang asli Eropa, tepatnya Eropa Tenggara. Bunga-bunganya dihasilkan terlebih dahulu sebelum daunnya, berwarna kuning cerah.

Beberapa hibrida Forsythia menghasilkan bunga-bunga kuning cerah yang sangat cantik menawan di awal musim semi.┬áMakanya banyak yang menyukai dan membudidayakan mereka di kebun-kebun, taman dan berbagai bagian hijau di kota-kota Eropa, termasuk di Austria ya ­čśŐ

Senang aja rasanya lihat pemandangan gratis seperti ini. Jarang-jarang kan.. setahun sekali, hanya beberapa minggu lagi, maka puas-puasin menikmatinya ­čśŐ

Bagaimana pemirsa.. ada minat mengunjungi negara 4 musim dalam waktu dekat ini? Jangan lupa nikmati pemandangannya dan abadikan mereka yang saat ini sedang tebar pesona hingga beberapa minggu ke depan ya­čśŐ

Bagi pemirsa yang ga berada di negara 4 musim, ini dia foto-foto yang sempat ane abadikan sebelum mereka berubah menjadi tanaman biasa yang berdaun hijau ­čśŐ

Demikianlah pemirsa edisi kali ini. Sampai jumpa di edisi selanjutnya ya

Schreibe einen Kommentar