Perbedaan bunga aster dan krisan

Bunga ini selalu ada di segala musim. Tapi di musim gugur bunga ini lebih mendominasi di belahan bumi utara. Ini karena bisnis bunga ini yang selalu laris manis dan yang terpenting disukai penggemar bunga dan tak jemu-jemu dinanti kehadirannya

Dialah bunga krisan atau seruni. Dalam bahasa Inggris namanya Chrysantemum, tak berbeda jauh dengan bahasa Jerman Austria yaitu Chrysantemen. Bahasa ilmiahnya selain Chrysantemum adalah Dendranthema

Nah di musim gugur ini ada juga bunga yang mendominasi yaitu aster. Bunga ini ramai hadir biasanya di awal musim gugur

Kebetulan apa tidak ya atau memang sengaja untuk menceriakan musim pepohonan berwarna-warni namun terkadang sendu kelabu berbalut kabut ini. Hmm.. bisa jadi ūüėä Antara bunga aster dan bunga krisan sama-sama cantik dan mampu membuat suasana cerah ceria dengan warnanya yang beraneka ragam

Bunga krisan mirip dengan bunga aster atau bule bilang daisy. Sekilas nampak tidak ada perbedaan. Saking miripnya, kadang-kadang orang keliru dengan bunga krisan dan daisy ini.

Bisakah pemirsa membedakannya hanya sekilas pandang? Bagi yang sering berjumpa dengan mereka terlebih pencinta bunga mungkin mengenal mereka dengan baik. Bagaimana dengan kita?

Ada beberapa hal yang membedakannya jika dilihat secara seksama, mulai dari daun hingga kelopak bunga atau mahkotanya. Apakah karena mereka masih ada hubungan persaudaraan?

Ya.. Aster dan krisan ternyata masih ada ikatan tali persaudaraan. Mereka masih satu keluarga kenikir-kenikiran atau Asteraceae atau biasa disapa keluarga aster. Meski mirip, bila dicermati secara seksama terdapat perbedaan antara keduanya. Untuk lebih detilnya, yuk mari kita cek bersama-sama ya pemirsa

Klasifikasi Ilmiah

Melalui klasifikasi ilmiah, diketahui aster dan krisan memiliki perbedaan, antara lain dari genus atau marganya. Aster berasal dari genus Aster sedangkan krisan dari genus Chrysanthemum

Aster

Kerajaan             Planta
Keluarga              Asteraceae
Genus                  Aster

Krisan

Kerajaan             Planta
Keluarga              Asteraceae
Genus                  Chrysanthemum

Selain dengan klasifikasi ilmiahnya yang memudahkan kita untuk mengetahui jati diri dan perbedaannya, ada beberapa hal yang harus kita ketahui juga antara lain masa hidup

Masa hidup

Aster

Untuk masa hidupnya, tanaman aster hanya sekali hidup, artinya sesudah berbunga, tanaman aster akan mati.

Krisan

Tanaman krisan bisa bertahan hidup hingga tahunan

Nah selain itu, kita bisa mengetahui perbedaannya dengan cepat dengan mengamati secara langsung fisiknya, mulai dari daun hingga kelopak bunga atau mahkotanya

Daun

Aster

Daun aster berwarna hijau lebih tipis dan muda dan biasanya kecil-kecil

Krisan

Berdaun hijau tebal dan kaku, bahkan lebih besar dibandingkan dengan daun aster. Kebanyakan daunnya berwarna hijau tua gelap

Mahkota

Aster

Aster bermahkota tipis. Antara kelopak bunga dan mahkotanya tidak menyatu dan ramping mengelilingi tangkainya. Minimal dalam satu tangkai terdapat 3 hingga 5 bunga

Krisan

Selain kecil, kelopak bunga krisan juga ada yang besar dan panjang melengkung seperti kain pel dan dalam satu tangkai ada yang hanya satu bunga, contohnya adalah krisan bulat atau di Austria populer dengan sebutan Ballenchrysantemen

Bentuk bunga

Aster

Bunga aster biasanya kecil mungil hingga sedang semampai, tak sebesar krisan

Krisan

Krisan memiliki aneka ragam bentuk bunga, mulai yang kecil mungil hingga lebat dan besar bahkan hingga dua genggam telapak tangan orang dewasa. Ini karena krisan mengalami perkembangan sejak berabad-abad lamanya dan melalui kawin silang yang tiada lelah

Nah, itulah beberapa perbedaan tanaman krisan dengan tanaman aster.

Bagaimana pemirsa.. sudah bisa mengira-ngira kan perbedaannya. Aku juga pertama kali bingung lho membedakan kedua bunga ini. Seiring sejalan dengan sering berjumpanya kedua bunga ini di musim-musim mereka mekar dan maraknya di toko bunga dan supermarket yang tiada bosan menjajakannya, akhirnya aku bisa juga membedakannya ūüėä

Ok deh.. sekian dulu laporanku kali ini ya pemirsa. Semoga berkesan

Sampai jumpa lagi

Schreibe einen Kommentar