Kiwano, buah mentimun/melon bertanduk di musim panas di Austria

Bentuknya unik dan lucu, seperti ranjau siap ledak.. tapi bukan ranjau cinta ya ūüėäKulitnya berduri mengingatkan akan duri durian, buah legendaris tanah air. Warna buahnya kuning oranye cerah dengan isi di dalam hijau berbiji. Nah kalo yang ini mengingatkan kita akan biji mentimun. Sepertinya semua profil diborong dia yang tebar pesona di musim panas di Austria ini ya..

Meski buah ini hadir di Austria dan Benua Biru, dia bukan asli Eropa apalagi Austria. Mungkin karena penampilannya yang unik dan tidak biasa plus multi rasa maka dia hadir dia negeri musik ini

Nah meski demikian, buah ini bukan buah impor lho.. tapi didatangkan dari kebun Austria sendiri. Wow seru ya. Ini karena buah bertanduk seperti landak ini masih satu keluarga besar labu yang mudah tumbuh di negara empat musim ini

Di supermarket harganya sebuah 3,49 Euro atau kalo dirupiahkan manjadi Rp.56.000

Siapakah dia? Perkenalkan.. dia adalah mentimun bertanduk atau melon bertanduk, sesuai dengan penampilan kulitnya yang bertanduk. Untungnya bukan melon durian. Bingung nantinya pencinta durian kalo buahnya campur aduk begini ūüėä

Buah melon ini dikenal di Eropa dengan nama dagang Kiwano. Nama dagang yang keren, komersial banget biar mudah diingat dan dirindu selalu oleh penggemar buah.

Ok deh.. untuk mengenal lebih dalam, yuk kita eksplor bersama-sama. Dimulai dari biodatanya terlebih dahulu ya

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan             Planta
Keluarga              Cucurbitaceae
Genus                  Cucumis
Jenis                     Cucumis metuliferus
E.Mey. Ex Naudin

Kiwano adalah tanaman sekaligus buah dari keluarga Cucurbitaceae, genus Cucumis atau mentimun dan spesies atau jenis Cucumis metuliferus

Secara garis besar Kiwano berkerabat dengan keluarga labu atau Cucurbitaceae, tetapi untuk lebih dekatnya adalah dengan marganya yaitu mentimun. Makanya tekstur dan isi dagingnya penuh dengan biji mirip dengan mentimun

Fitur

Tinggi

Kiwano merupakan tanaman tahunan merambat atau memanjat yang bisa mencapai ketinggian 3 meter

Batang

Batangnya berbulu kaku dan berusuk

Daun

Daunnya alternatif tiga sampai lima lobus atau unlobed, sederhana dan bertangkai panjang mirip dengan mentimun. Mereka berbentuk bulat telur atau hati, panjangnya sekitar 10-14 cm dan bergerigi halus di tepinya, membulat di ujung dan di lobus hingga runcing dan berbulu di bawahnya.

Sulurnya tipis dan sederhana dengan panjang sekitar 10 cm

Tangkai daun memiliki panjang 6-12 cm dan berbulu kasar dan tidak ada stipula. Sarafnya adalah palmata

Kiwano adalah monoecious campuran jenis kelamin berumah satu

Bunga

Bunga kerkelamin tunggal, bertangkai dan berkuning lipat lima dengan perianth ganda. Tangkai bunganya berbulu kaku. Bunga jantan muncul dalam kelompok kecil beberapa hari sebelum bunga betina soliter. Sepal sempit, primrose, kecil dan tegak dan cangkir bunga berambut kaku

Corolla kuning dengan lima kelopak yang menyatu di dasarnya, berbulu lebih halus di bagian dalam daripada di luar

Ovarium berada di bawah konstan dan duduk di bawah cangkir bunga, stigma tiga lobus. Bunga jantan memiliki putik dan tiga benang sari pendek hadir dan staminode hadir pada betina

Buah

Buahnya berduri berbiji banyak yang disebut pseudofruit, mencapai berat maksimal sekitar satu bulan setelah pembuahan. Dalam dua minggu berikutnya menjadi lebih manis dan lebih oranye dan mencapai kematangan. Buah berkulit tebal kemudian panjangnya 10-15 cm dan ellipsoid
Duri padat di permukaan memiliki dasar yang luas dan panjangnya sekitar 1 inci. Saat matang, buahnya berwarna oranye kuning hingga hijau kecoklatan, bagian dalamnya berwarna hijau dan berair-juicy.

Rasanya seperti kombinasi pisang, lemon dan markisa, ada juga yang bilang astringen (kelat/kecut)

Buah dari tumbuhan liar rasanya pahit

Biji

Bijinya kecil dnegan panjang 5-8 mm. Berambut halus berwarna keputihan, pipih dan bulat telur

Jumlah kromos adalah 2n=24

Distribusi

Kiwano atau mentimun bertanduk endemik di daerah semi kering di Afrika bagian selatan dan tengah. Tumbuh di sana di dataran rendah

Saat ini dibudidayakan di banyak negara, termasuk di Austria sendiri.

Di Queensland, mentimun bertanduk ini telah menjadi liar dan dikalsifikasikan sebagai tanaman invasif

Penanaman

Kiwano ditanam di Selandia Baru untuk diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Mentimun Selandia Baru bertanduk dipasarkan dnegan merk dagang Kiwano. Umur simpan buah yang panjang hingga beberapa bulan menguntungan untuk ekspor

Budidayanya mirip dengan melon. Waktu antara menabur dan menuai adalah tiga setengah bulan

Tanaman tahan terhadap beberapa penyakit virus khas cucurbit

Kandungan nutrisi

Mentimun bertanduk mentah

Per 100 g

Energi                   183 kJ
Air                         88,97 g
Protein                                 1,78 g
Lemak                  1,26 g
Karbohidrat       7,56 g
Natrium               2 mg
Kalsium                 13 mg
Zat besi                1,13 mg
Magneium         40 mg
Fosfor                  37 mg
Mangan               0,039 mg
Tembaga             0,020 mg
Seng                     0,48 mg
Vitamin C            5,3 mg
Tiamin                  0,025 mg
Asam pantotenat 0,183 mg
Vitamin B6          0,063 mg
Riboflavin           0,015 mg
Niasin                   0,565 mg
Vitamin A            7 mcg
Beta karoten     88 mcg

Wah lumayan banyak juga kandungan gizinya ya pemirsa. Oleh karena itu buah ini dimanfaatkan tidak saja sebagai buah meja alias buah yang langsung dimakan segar, tetapi juga di dunia kesehatan

Kandungan airnya yang cukup tinggi manjadikannya energy drink pelepas dahaga dan penghilang capek. Begitu juga dengan kandungan antioksidannya yang tinggi seperti vitamin C dan Vitamin A termasuk beta karoten, baik untuk daya tahan tubuh dan kesehatan kulit

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai Kiwano, buah Melon atau mentimun bertanduk di musim panas di Austria

Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

 

 

Schreibe einen Kommentar