Brosur produk di supermarket Austria, bentuk penghargaan kepada petani

Sebagai emak-emak rumah tangga, kebutuhan sehari-hari termasuk dapur harus terjaga. Biasanya kalo belanja kebutuhan sehari-hari ini aku selalu ditemani suami, dari menyetir mobil sampai ikut belanja seperti roti dan buah favoritnya ­čśŐ

Di tempat kita tinggal ga ada pasar tradisional, semuanya terpusat pada supermarket-supermarket yang memiliki cabang di seluruh Austria. Jadi ke sanalah kita belanja kebutuhan sehari-hari

Ini adalah salah satu kesukaanku. Memilah-milah dan membeli sayur dan buah segar yang terkadang baru aku jumpai pertama kali di Austria merupakan keasyikan tersendiri. Sampai hafal dimana letak sayur bule brokoli dkk, rempah dan buah Asia jahe, ubi jalar hingga mangga

Nah ada yang menarik nih pemirsa. Terkadang dalam suatu produk terdapat brosur kecil atau stiker yang mencantumkan nama dan foto profil petani dan kawan-kawan, lengkap dengan produk andalan. Seperti tomat berenda yang kebunnya ada di kota Wina atau tomat cari beraneka warna dari ungu hingga kuning emas hingga cabe beragam model dan warna.

Ga hanya nama produk, mereka bahkan menyebutkan ukuran, berat hingga ke yang sedetil-detilnya

 

Apakah ini promosi terselubung? Hmm.. bisa iya. Tapi yang begini ga dilarang kok. Malah memudahkan pembeli jika sewaktu-waktu tertarik dan butuh dengan produk mereka, bisa langsung ke kebunnya. Asyik kan.. Aku juga kalo ada brosur kebun ceri atau cabe rawit atau kangkung mau juga tuh berkunjung ke sana. Biar puas belanjanya ya.. dan pastinya ga gigit jari kalo kangen ga bertepi karena yang dikangeni dan dinanti tak kunjung menghampiri ­čśŐ

Nah ini juga merupakan salah satu penghargaan dan apresiasi pemerintah melalui supermarket-supermarket kepada para petani ya.. Para petani sangat berjasa dalam pekerjaannnya untuk memenuhi pangan manusia. Coba kalo ga ada petani.. bagaimana bisa memenuhi kebutuhan pangan manusia yang semakin bertambah populasi dan kebutuhannya ini? Ya kan..

Di tanah air tercinta sudah banyak yang seperti ini ga ya? Khususnya yang ada di supermarket-supermaket. Kalo di pasar tradisional mah jangan ditanya.. seabrek di Indonesia. Lnagsung cuss ke kebunnya sekalian ya ­čśŐ

Nah demikianlah pemirsa sekilas kabar ane dari Austria. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa lagi

Schreibe einen Kommentar