Serba dirakit dulu setelah membeli di Austria, dari meja, sepeda hingga dapur rumah

Membeli perabotan, peralatan rumah tangga, barang elektronik, kendaraan dkk tidak semudah seperti di tanah air kita tercinta Indonesia. Mengapa? Apa karena harganya yang lebih mahal, barangnya yang tak lengkap atau transportasi dan biayanya bikin kendala?

Teryata tidak juga. Harganya tergantung kualitas barang. Barangnya pun lengkap tersedia bahkan transportasi dan biayanya sudah diperhitungkan dengan seksama ­čśŐ

Jadi apa dong?

Teringat kalau di Indonesia, beli sepeda di toko tinggal angkut ke rumah dan siap pakai. Atau pindah rumah, dapur cantik siap pakai telah tertata rapi. Atau beli sepeda, lemari pakaian, segala meja dari meja belajar hingga meja tivi tinggal diatur mau dibawa pakai truk atau mobil besar dan diangkut ke rumah jam sekian hadirnya

Lha kalau di Austria, jangankan bentuk jadinya, kerangkanya saja masih utuh. Dalam arti, kita harus merakitnya sebelum menjadi bagian yang sempurna dan siap pakai

Ya.. ternyata di negeri anggur ini produk-produk yang kita beli harus melalui perakitan terlebih dahulu

Pernah nih pengalaman kita sendiri, saking semangatnya mengisi rumah dengan perabotan, suami asal tunjuk saja apa yang mau dibeli. Mulai dari lemari pakaian, perabotan di kamar mandi, meja komputer, meja tivi hingga sofa

Eh ternyata saat datang ke rumah, barang-barang yang kita beli masih dalam bentuk paket alias terbungkus rapi dalam karton. Ini artinya, kita harus merakit terlebih dahulu kerangka barang sebelum menjadi barang yang sempurna

Tak hanya barang-barang lho.. bahkan dapur pun harus dirakit

Waduh bagaimana cara merakitnya? Jangan kuatir, ada petunjuk di dalamnya mengenai cara merakit barang menjadi utuh seperti yang kita lihat di toko. Petunjuknya sangat lengkap, berupa selembar kertas hingga buku panduan lengkap

Kalau yang mudah dirakit, sepuluh menit selesai. Kalau yang rumit wah bisa berjam-jam. Apalagi yang belum terbiasa bahkan tidak pernah merakit seperti diriku warga tropis ini

Tentunya untuk merakit diperlukan alat-alat penunjang ya seperti obeng, tukul dkk. Untuk lebih praktis dan hemat tenaga, tersedia alat yang lengkap seperti solder untuk memasang dan membuka mur. Sepaket dibandrol mulai 65 Euro hingga 300 Euro atau sekitar Rp.1.000.000 hingga Rp. 4. 950.000. Wow

Selain selembar kertas hingga buku panduan lengkap dan merakit sendiri, ada lagi nih cara yang lebih praktis bahkan bebas tenaga yaitu dengan membayar jasa tukang yang berasal dari perusahaan. Jadi tidak perlu repot-repot merakit sendiri hingga mengerahkan tenaga anak istri ­čśŐ

Biayanya tergantung seberapa rumit perakitan. Contoh seperti satu set dapur, mulai dari mesin cuci piring, kompor, oven, kulkas, freezer hingga satu set lemari dapur berbeda biaya jasanya dibanding hanya merakit lemari pakaian atau sepeda

Untuk dapur, hanya ahli yang bisa melakukannya. Untuk mesin-mesin yang menggunakan listrik, tentu tak hanya ahli bangunan dan menukang mesin saja ya tetapi juga ahli listrik. Untuk ini, paling tidak 200 Euro atau sekitar Rp. 3.000.000 harus siap untuk membayar jasa perakitan

Nah demikianlah pemirsa mengenai perakitan perabot dkk di Austria

Lain ladang lain belalang ya ­čśŐ Tapi tentu semuanya ada kebaikannya tersendiri

Ok deh.. sekian dulu edisi kali ini ya pemirsa. Semoga bermanfaat terutama untuk pemirsa yang baru menginjakkan kaki pertama kali di bumi Eropa tepatnya Austria dan bersiap mengisi hunian dengan perabotan atau berolahlaga pagi dan jalan-jalan sore dengan bersepeda ria

Sampai jumpa lagi

 

Schreibe einen Kommentar