Toilet di Eropa/Austria, sistem ‚percebokan’nya dan tips untuk warga tropis

Pertama kali tinggal di Eropa tepatnya Austria, asli aku kaget banget dengan toilet duduk dan sistem ‘percebokan’nya. Tak hanya aku, hampir seratus persen warga tropis dipastikan merasakan hal yang sama

Di Benua Biru ini, di toilet umum maupun toilet rumah pribadi tak ada yang namanya air atau bak penampung air untuk bebersih diri (baca: cebok). Semua menggunakan tisu yang teronggok manja pada suatu alat persis di samping toilet

Warga tropis sepertiku tak habis pikir akan sistem ini. Bagaimana mungkin negara kaya dan modern cebok dengan tisu. Menurut logika ini sangat tak masuk akal, membersihkan tapi tak membersihkan. Baunya pasti tetaplah lengket ya.. namanya juga tak dibasuh dengan air

Lha kok betah para bule ini.. atau menikmati aromanya? Aku beristigifar berulang kali. Ini bukannya modern, tapi primitif menurut warga tropis yang biasa membersihkan diri dengan air, pembersih paling bersih

Apakah hemat air? Tidak juga. Di negeri anggur ini air sangat berlimpah alhamdulillah

Ga mau dong aku ikut arus kaum bermata biru ini. Di rumah, aku biasa menampung air dalam ember kecil untuk membasuh sehabis buang air kecil dan besar. Untuk buang air besar, setelah bebersih biasanya aku akan mandi agar afdol bersihnya. Tisu tetap digunakan untuk pembersihan pertama kali dan pembersihan setelah berbasuh dengan air, agar ‘area-area pembuangan‘ tetap kering, tak basah dan becek. Tak puas aku kerap ganti celana dalam atau lap menggunakan handuk khusus

Repot? Tidak kok. Namanya juga menjaga kebersihan. Dalam Islam kebersihan sebagian dari iman ya kan 😊

Bagaimana jika kita berada di luar rumah, seperti dalam perjalanan atau sedang belanja tiba-tiba kebelet buang air kecil? Ada beberapa tips nih yang patut ditiru, terutama untuk yang baru pertama kali mendarat di Eropa

Jangan lupa sedari rumah sediakan botol minum kecil untuk menampung air dan celana bersih untuk ganti.

Jangan harap toilet umum ada air untuk cebok ya.. Kecuali di bagian wastafel untuk cuci tangan setelah beraktivitas di toilet. Nah di bagian ini air bisa digunakan dengan memasukkannya ke dalam botol jika lupa mengisi dari rumah.

Selain botol kecil, tisu juga harus sedia meskipun di toilet umum juga tersedia agar kebersihannya terjamin. Begitu juga celana ganti

Beruntungnya kita kaum muslim yang sedari dini diajarkan bagaimana membersihkan diri dari najis. Apalagi kita memang harus selalu dalam keadaan bersih karena untuk aktivitas ibadah juga. Sebelum berwudhu kita dipastikan bersih dari najis, salah satunya ya cebok itu

Alhamdulillah juga saat ini rumah-rumah model baru di Austria sudah ada wastafel khusus di toilet. Meski tidak tersambung ke toilet seperti semprotan air yang biasa ada pada toilet duduk negara tropis, inovasi ini sungguh menggembirakan

Jadi kita tinggal buka kran wastafel dan menampung air di ember untuk kegiatan bebersih kita selama di toilet

Eh ada juga lho sistem pengering dan menghilangkan bau, entah itu dari buang air kecil maupun besar. Saat kita berada di toilet, sistem ini langsung bekerja seperti mengipas seluruh ruangan. Alhasil aroma ruangan seperti sediakala tak beraroma sesudah aktivitas yang mengeluarkan bau aduhai 😀

Alhamdulillah juga untuk kamar mandi terpisah dengan toilet. Di kamar mandi tersedia juga wastafel, lengkap dengan air dingin dan panas membaranya. Jadi sangat bersih ya karena tidak bercampur satu sama lain

Aku suka rumah model baru ini. Nah begitu dong Austria 😊

Iyalah jelas itu. Karena model rumah di Austria turut mempengaruhi acara bebersih ini. Kalo rumah model dulu, biasanya toilet dan kamar mandi bergabung dalam satu ruangan. Kemudian ada kemajuan dimana rumah memiliki toilet dan kamar mandi terpisah ruangan, hanya saja di toilet tak ada wastafelnya

Nah demikianlah mengenai toilet di Eropa/Austria, sistem percebokannya dan tips untuk warga tropis. Semoga bermanfaat

Ok deh.. sekian dulu edisi kali ini ya pemirsa

Sampai jumpa lagi

Schreibe einen Kommentar