Pamukkale, keindahan teras travertin putih berkilau bak porselen dengan air panasnya di provinsi Denizli, Turki

Pamukkale adalah salah satu keajaiban alam yang dimiliki negara yang dipimpin Presiden berkharisma Recep Tayyip Erdogan. Ga salah kalo Pamukkale dinobatkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia

Bagaimana ga ajaib bin emejing ya.. teras travertinnya yang seputih pualam bersusun membentuk formasi yang alami telah memikat wisatawan datang kemari, baik warga lokal maupun manca negara. Tak terkecuali kita

Ga hanya wisatawan dan kita, bahkan orang-orang sejak jaman dahulu kala ribuan tahun lalu. Wow.. benarkah?

Teras travertine merupakan salah satu bagian dari benteng kapas atau Pamukkale yang juga meliputi kota Yunani-Romawi Kuno dan Bizantium Hierapolis di masa lampau

Dah lama pengen kemari, akhirnya kesampaian juga ­čśŐTernyata memang benar-benar indah pemirsa. Tak terlukiskan dengan kata-kata. Apalagi datang dan melihat secara langung ya..

Aaaa.. Lega deh hati emak-emak. Hilang sudah rasa penasaran yang terpendam selama ini. Ealah..

Mendatangi area yang berada di Provinsi Denizli ini lumayan menyenangkan karena lanskap sepanjang perjalanan yang indah, meski ada sedikit padang gersang-ga melulu padang rumput dan pepohonan nan hijau segar. Di sepanjang jalan raya menuju Pamukkale juga dipenuhi beberapa toko suvenir yang luas

Saat tiba di Pamukkale, ga sabaran ingin meraih eh mendakinya ­čśŐ Kita disambut dengan tempat parkir yang berada persis di sisi jalan dan terhampar bukit putih setinggi 5 meter dengan satu teras dan air yang jernih dan hangat-hangat kuku. Langsung deh lepas sepatu dan mencelupkan kaki di air yang berkilau biru ditimpa sinar matahari. Tanpa ragu berselfi bersama suami tercinta. Jarang-jarang mau berfoto bersama. Ini bela-belain karena tempatnya sangat indah.

Ini baru permulaan. Bukit travertin yang sangat indah meski dari kejauhan membuatku rasanya ga sabar. Tahan.. kesabaran emak-emak diuji saat kita harus ngisi perut dulu agar ada energi mendaki ke bukit travertin yang serasa melambai-lambai kita dari restoran lantai dua dimana kita berada untuk makan sore. Iya.. bukan makan siang lagi karena hari sudah beranjak sore saat kita kemari ­čśŐ

Pemandangan dari restoran yang dibuat bertingkat ini sukses mendatangkan pembeli karena Pamukkale terutama teras travertin yang putih bak pualam nun jauh di mata nampak terlihat sangat indah

Selesai mengisi energi kita kembali lagi ke parkiran untuk membawa sesuatu yaitu sandal. Denger-denger ga boleh pake sepatu ke area teras yang berisi air panas.

Kemudian kita menuju ke area Pamukkale. Kali ini kejutan lagi kita disambut oleh bebek-bebek cantik tinggi besar berenang membentuk formasi teratur. Ada yang memimpin rupanya. Ah bisa aja si bebek mencuri perhatian kita ya.. Ada juga yang naik dari kolam dan makan roti yang diberikan pengunjung yang tertarik dengan keramaian rombongan bebek yang ga hanya tinggi besar bahkan ada yang masih bayi. Di dalam kolam juga ternyata banyak ikan montok dan besar. Duh kalo ikan laut dah aku bawa balik tuh ­čśŐ

Selesai sudah liat kelincahan bebek. Mari kita ke tempat sesungguhnya yaitu Pamukkale. Inilah permulaan yang sesungguhnya. Kekuatan emak-emak diuji, harus sanggup ni. Harap maklum aku jarang jalan jauh dan mendaki ya ­čśŐ Nah di sini kita harus mendaki ke teras travertin yang berupa bukit putih yang terbentuk oleh suatu proses pengendapan cepat kalsium karbonat

Untuk memasuki area ini kita membayar 80 TL per orang dimana 1 Euro sama dengan 10 TL tahun 2020 saat kita pertama kali kemari. Hmm.. lumayan mahal kalo untuk ukuran Turki ya.. apalagi Indonesia. Ini harga mengikuti harga Eropa sepertinya. Ga heran karena yang datang juga banyak wisatawan dari Eropa dan Rusia

Di sini sandal kita dilepas dan berjalan dengan kaki polos. Benar juga ya sandal harus dilepas karena lumayan licin areanya

Wow.. perjalanan yang seusngguhnya dimulai. Inilah Pamukkale yang ramai diperbincangkan orang yang keindahannya memukau sejagat raya

Di sini kita temui teras yang bertingkat-tingkat. Tiap tingkatannya ada kolam air yang jernih, berisi air panas alami yang biru berkilau diterpa sinar matahari. Paling tidak ada 4 kolam di area yang juga tempat berendam orang-orang di masa lalu

Sempat berselfi ria dengan suami, kita gantian memotret. Ternyata ga hanya kita tetapi pengunjung lain pun sibuk berselfi ria.

Penampilan pengunjung ini pun beragam. Ada yang seperti fotomodel dan artis, berfoto ke segala arah. Kurasa mereka vlogger ya untuk memenuhi konten ­čśÇ atau sekedar update status. Tapi yang lebih parah adalah pengunjung yang berbusana seperti hendak ke pantai. Memang sih ada tempat untuk berendam dan berenang di kolam.. tapi ga gitu-gitu amat kali sampai berbikini ria dari awal masuk hingga mendaki teras travertin. Lumayan jauh lho berjalannya, apalagi jalan keong yang harus hati-hati agar ga kepleset. Sepanjang jalan jadi tontonan gratis pengunjung lainnya. Ga warga lokal ga bule.. sama semua. Waduh.. merusak suasana nih

Hal ini sempat menyulitkanku untuk mengambil foto karena banyak yang berbusana begitu vulgar. Hhhh.. maaf ya pemirsa kalo foto kali ini penuh sensor

 

Nah saat kita akhirnya mencapai puncak teras, pemandangan di depannya begitu indah. Pemandangan kota Pamukkale, perpaduan beragam bangunan, hutan dan bukit ini layak difoto. Selanjutnya adalah tanah biasa dimana terdapat cafe dan burung dengan bulu-bulunya yang berwarna-warni cantik sekali. Burung ini bisa diajak kerjasama untuk berselfi ria di teras travertin lho. Jangan kuatir burung ini begitu jinak dan sigap kamera ­čśŐ

Kemudian ada apalagi di wilayah ini ya.. kita lanjut di episode berikutnya ya..

Ok deh.. Sekarang kita kenalan dulu yuk dengan Pamukkale, sejarahnya dan teras travertin yang mempesona

Pamukkale dan sejarah

Pamukkale yang berarti benteng/kastil kapas dalam bahasa Turki adalah sebuah situs alam di Provinsi Denizli di Turki barat daya. Kota ini berisi air panas dan travertine, mineral karbonat yang ditinggalkan oleh air yang mengalir. Ini terletak di wialayah Turki Aegea dalam, di lembah Sungai Menderes, yang memiliki iklim sedang untuk sebagian tahun

Kota Yunani-Romawi Kuno dan kota Bizantium dari Hierapolis dibangun di atas benteng putih atau formasi travertine yang secara keseluruhan panjangnya sekitar 2700 meter, lebar 600 meter dan tinggi 160 meter Hal ini dapat dilihat dari bukit-bukit di sisi berlawanan dari lembah di kota Denizli, 20 km jauhnya. Dikenal sebagai Pamukkale (Kastil Kapas) atau Hierapolis Kuno (Kota Suci), daerah ini telah menarik pengunjung ke mata air panasnya sejak zaman kuno klasik

Pariwisata telah menjadi industri utama. Orang-orang mandi di kolam selama ribuan tahun. Seperti baru-baru ini, pertengahan abad ke-20, hotel di bangun di atas reruntuhan Hieropolis menyebabkan kerusakan besar. Pendekatan jalan dibangun dari lembah ke teras dan sepeda motor diizinkan untuk naik dan turun lereng. Ketika daerah itu dinyatakan sebagai Situs Warisan Duniam hotel dihancurkan dan jalan dihilangkan diganti dengan kolam renang buatan. Mengenakan sepatu di dalam air dilarang untuk melindungi endapan

Teras travertin

Teras travertin merupakan salah satu daya tarik di Pamukkale, teras yang putih berkilau karena travertinnya ini

Travertin adalah bentuk batu kapur yang didepositkan oleh mata air mineral terutama air panas. Travertin sering memiliki penampilan berserat atau konsentris dan ada yang berwarna putih, coklat dan varietas berwarna krem. Hal ini dibentuk oleh suatu proses pengendapan cepat kalsium karbonat, sering ditemukan di mulut sumber air panas atau di gua kapur. Pada keduanya dapat membentuk stalaktit, stalagmit dan speleothem lainnya.

Selain di Turki, batu ini juga dijumpai di negara piza Italia. Batu ini sering digunakan di Italia dan di tempat lain sebagai bahan bangunan

Travertin biasa digunakan sebagai komponen hiasan kamar mandi, lantai dan sebagai bahan pembuatan monumen patung

 

Nah demikianlah pemirsa edisi kali ini mengenai Pamukkale dan keindahan teras travertin putih berkilau bak porselen dengan air panasnya di provinsi Denizli

Sampai jumpa lagi

Schreibe einen Kommentar