Patara, reruntuhan kota kuno dan pantai indah sepanjang 18 km di Riviera, Turki

Patara adalah salah satu nama wilayah di provinsi Antalya, Turki. Tapi nama ini lebih dikenal dengan pantainya ketimbang wilayah itu sendiri

Aku dan suami tak ketinggalan turut mengunjungi pantai yang digaung-gaungkan menjadi salah satu pantai terbaik di Turki bahkan dunia. Wow.. sefantastis itukah? ­čśŐ

Saat kita kemari, pantainya sama saja seperti kebanyakan pantai di Turki. Tapi ada yang membedakannya yang membuat pantai ini begitu istimewa, yaitu lokasinya yang berada di beberapa titik. Jadi perlu dinamai Patara 1, Patara 2, Patara 3 hingga Patara 5. Jangan heran di petunjuk jalan raya terdapat nama-nama Patara ini ya pemirsa ­čśŐ

Pertama kali kita ke pantai ini hanya melalui petunjuk di jalan raya. Ada jelas namanya yaitu Patara. Suamiku mengikuti arah keberadaan pantai ini. Lumayan melalui beberapa jalan, berliku dan berkelok hingga lurus ke depan

Saat tiba, pantai ini begitu sepi. Bahkan warung makanan pada tutup. Hanya ada satu pemilik yang membuka warungnya.. itu pun baru siap-siap berbenah. Padahal saat kita kemari matahari sudah di atas kepala lho ­čśŐ

Eh apa kita salah pantai ya? Tapi ada papannya yang terpampang jelas  di tepi pantai. Ternyata setelah kubaca, pantai ini biasa digunakan untuk camping

Lumayan bagus pantainya. Tak seberapa panjang tapi cantik karena dikelilingi pegunungan dan pepohonan meski tak banyak. Di depannya seperti laut lepas. Ombaknya saat itu lumayan besar. Saking besarnya suami malah ga mau berenang ­čśŐ

Ada beberapa pengunjung yang mencoba rileks dan bermain-main di tepi pantai. Ada juga yang berenang meski di tepian. Sepertinya mereka warga lokal membawa serta keluarga

Setelah menikmati pemandangan sejenak, kita berlalu dari pantai ini. Eh ga nyangka saat di jalan raya, bertemu lagi dengan papan petunjuk Patara ke sekian. Penasaran kita mengikuti arah lokasi pantai ini berada

Nah kali ini memang benar area wisata karena ramainya pengunjung. Ada sedikit sumringah di wajah kita karena target tercapai menjumpai sebenar-benarnya pantai Patara. Eh benarkah.. mudah-mudahan ya­čśŐ

Saking ramainya kita harus antri dan mobil berjalan lambat sampai akhirnya tiba di gerbang masuk pantai yang dijaga beberapa petugas

Setelah membayar karcis masuk, kita mencari parkir. Alamak banyak sekali kendaraan yang parkir. Areanya ini agak gelap dan luas karena terlindungi pepohonan yang tinggi besar

Setelah suami memarkir kendaraan, kita belum juga mencapai pantai yang dituju. Jauh banget menuju pantainya, mulai dari gerbang masuk ke parkiran aja dah beberapa meter, belum ke tepi pantainya. Sepertinya kita memang dipaksa pemanasan dulu ya pemirsa.. ibarat olahraga ga langsung ngegas ­čśŐ

Akhirnya sampai juga kita di pantai yang terkenal sampai ke Benua Biru ini. Berbeda dengan pantai sebelumnya, pantai ini ramai dengan pengunjung. Tak hanya warga lokal tetapi juga manca negara terutama Eropa

Daratannya yang berpasir putih  begitu luas sehingga untuk mencapai ke tepi pantainya butuh waktu. Tapi ini tak menghentikan penggemar selfi untuk berselfi ria hingga streaming live

Tak banyak cafe dan restoran yang berdiri. Hanya satu bangunan semi permanen besar dengan atap seperti rumbia yang hiruk pikuk dipenuhi pengunjung. Di sebelahnya ada dua bangunan yang bercirikan sama tetapi lebih kecil

Ada kamar mandi gratis, ruang ganti dan toilet

 

Di tepi pantai banyak berdiri tenda dan sunbeds atau kursi jemur sepanjang badan. Di tenda dan sunbeds ini tak kalah ramainya dengan orang-orang dan aktivitasnya

Ombaknya lumayan kencang. Derunya bagaikan angin ngamuk, riak putih bergelombang setengah meter kemudian terhempas dan berulang lagi. Tapi itu tak menghalangi pengunjung untuk berenang dan bermain-main di tepi pantai

Meski demikian, ada beberapa peraturan yang harus ditaati pengunjung demi keselamatan bersama, seperti peraturan yang tertera pada papan pengumuman di tepi pantai

Kali ini suamiku hanya memandang keindahan pantai saja. Ga tau kenapa ga selera berenang ­čśŐ Apa bosan atau capek selama liburan berenang terus. Apalagi aku.. ga minat berenang. Kalo foto-foto aku masih ok, sebagai bukti kita pernah kemari

Setelah selesai menelusuri pantai dan sekitarnya, kita bergegas pulang

Mengenai pantai yang masuk dalam salah satu pantai terindah di Turki, menjadikanku penasaran apa keistimewaannya ya.. Yuk pemirsa kita kenalan dengan pantai ini dan wilayahnya yang juga bernama sama ­čśŐ

Patara

Patara atau Lycian bahasa Yunaninya adalah sebuah kota maritim dan komersial kuno dan berkembang dengan ibukota Lycia di pantai barat daya Turki dekat kota kecil modern Gelemis, provinsi Antalya

Ini adalah tempat kelahiran St. Nicholas pada tahun 270 M yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota terdekat Myra (Demre)

Situs ini merupakan dataran yang dikelilingi oleh perbukitan. Pada zaman kuno termasuk pelabuhan alam yang besar karena tertimbun lumpur. Timur Laut pelabuhan adalah Bukit Tepecik yang di atasnya terdapat situs Zaman Perunggu dan merupakan akropolis tempat itu didirikan. Kota ini kemudian menyebar ke selatan dan barat bukit.

Itu menjadi salah satu dari empat pemukiman terbesar di Lembah Xanthos dan satu-satunya ynag terbuka ke laut, terletak 60 stadia di sebelah tenggara muara sungai

Patara beberapa kali berpindah kekuasaan, dari Kekaisaran Romawi, Bizantium hingga Seljuk

Peninggalan bersejarah di Patara antara lain Mercusuar, Lumbung Hadrian dan Siphon saluran air

Ternyata, Patara merupakan kota kuno di area dekat pantai ya pemirsa. Pantesan aku mendapati  area yang luas dengan beberapa bekas bangunan yang sebagian tak utuh. Ini adalah sisa-sisa peninggalan jaman dulu

Selain reruntuhan kunonya, Patara terkenal dengan pariwisatanya yaitu pantainya yang kita kunjungi ini

Pantai Patara

Pantai Patara terletak di antara distrik Kas dan Fethiye di provinsi Antalya, tepatnya di desa Gelemis

Dari tempat kita menginap di kota Kalkan, pantai ini tidak begitu jauh ditempuh

Pantai Patara memiliki panjang 18 km terletak di wilayah Riviera, terkenal akan pantai berpasirnya. Karena pantai Patara merupakan kawasan lindung, pantai ini tutup pada pukul 20.00 agar penyu Careta yang bersarang di sini tidak terganggu

Nagarai Sakhlikent

Selain terkenal akan kota kuno dan pantainya, Patara juga terkenal akan Ngarai Sakhlikent di Taman Nasional Sakhlikent

Nah demikianlah pemirsa beberapa hal mengenai Patara, ynag tidak hanya pantai juga tetapi kota dan reruntuhan kuno serta ngarainya

Ok deh.. Sekian dulu laporanku kali ini ya pemirsa, mengenai liburan musim panas kita ke Patara, pantai di wilayah Riviera Antalya Turki

Sampai jumpa lagi

Schreibe einen Kommentar