Pepohonan dengan buah-buahan lebat sebagai penceria di penghujung musim panas di Austria

Bahagia sekali rasanya setiap musim selalu menemukan pemandangan yang indah dan unik. Ga bosan-bosannya ane eksplor, meski bagi kebanyakan orang sini bahkan suami ane menganggap hal ini biasa-biasa saja. Di penghujung musim panas, banyak sekali pepohonan dengan buah-buahnya yang berlimpah siap panen dimana-mana, kadangkala saking banyaknya ga dipanen-panen. Seperti buah apel yang berbuah lebat merah dan ranum ini ­čÖé

Nah. di penghujung musim panas ini, ga hanya buah-buahan yang biasa dikonsumsi umat manusia aja yang berlimpah siap panen lho.. seperti apel, pear, nektar, persik dan plum, akan tetapi buah-buahan dari tanaman yang ga bisa kita konsumsi. Biasanya ini bagiannya sekawanan burung

Buah-buahan dari tanaman ini umumnya berwarna mencolak dan kecil mungil berkelompok, ada bertangkai panjang seperti buah ceri, ada yang berbentuk lonjong dengan titik hitam di ujung, ada yang bulat utuh dan sebagainya. Semuanya sangat ranum dan menggemaskan. Begitu juga dengan warnanya, yang kerap terlihat adalah warna merah cerah bendereng, ungu hingga kuning cerah

Buah-buahan ini ga hanya dari tanaman yang dipelihara warga sebagai tanaman hias, pagar tanaman seperti di halaman rumah atau pengisi taman, tetapi juga tanaman pinggir jalan dan tanaman liar.

Bahkan di lokasi wisata seperti di seputaran area jembatan Nibelungen dan taman-taman bunga di kota Linz, Austria yang sangat terkenal dan fenomenal itu

Seperti biasa, saat kita jalan-jalan ke kota Linz, selalu melewati pusat kota dan lokasi wisatanya. Untuk lebih menikmati pemandangan, kita jalan kaki.

Klo sekali-sekali ga apa-apa jalan kaki, anggap aja olahraga ya­čśŐ Apalagi tambah semangat kalo ketemu yang bikin bening mata, seperti tanaman dengan buah-buah ranumnya

Tanaman ini bervariasi, ada berupa tanaman semak-semak setinggi hingga 4 meter hingga pohon dengan beberapa cabangnya yang kokoh

Nah, kalo misalkan buahnya ga bisa dimakan manusia tapi warga tetap memiliharanya, begitu juga yang ditanam di pinggir jalan raya, kira-kira untuk apa ya.. bukankah hanya membuat sampah semakin banyak saja, apalagi di musim gugur daun-daunnya rontok dan terbang kemana-mana dan hinggap dimana-mana ga pake ijin ­čśŐ

Ternyata buah-buahnya ini untuk menambah keindahan dan keceriaan di musim panas dan musim selanjutnya. Selain itu seperti yang sudah ane sebutkan di atas, buah-buahan ini juga bisa untuk makanan hewan. seperti sekawanan monyet dan burung.

Berhubung di Austria ga pernah terlihat sekawanan monyet, maka para burunglah yang mendominasi. Apalagi bila musim dingin tiba, biasanya kan burung-burung kesulitan mencari makanan. Dengan adanya buah-buahan ini, paling ga meringankan beban mereka ya..

Biasanya buah-buahan yang sekilas mirip buah ceri dan anggur berukuran mungil ini tahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan di musim dingin. Di musim gugur, buah-buah tetap utuh meski daun-daun pepohonan mulai berguguran, begitu juga saat musim dingin buahnya tetap utuh dengan menyisakan ranting-ranting kering kerontang hitam kusam.

Namun bila dipadukan dengan musim dingin yang identik dengan salju putih berseri, ranting yang tak berdaya ini seakan hidup kembali merona dan berseri ­čśŐ Salju yang jatuh dari langit kadangkala tersangkut di pepohonan yang hitam kusam ini dan buah-buahnya yang berwarna merah mencolok, menciptakan pemandangan yang sangat berseni dan berkelas ­čśŐ MasyaAllah alhamdulillah.. kuasa Allah ya pemirsa..

Nah, demikianlah pemirsa kisah ane di penghujung musim panas di Austria ini, menikmati pemandangan yang indah dan unik, pepohonan dan tanaman yang berbuah lebat yang ga bisa dimakan kita namun bisa dimakan hewan dan menjadikan suasana ceria

Semoga bermanfaat

Sampai berjumpa kemabali

Schreibe einen Kommentar